Senin, 26 Mei 2014

RANGKAIAN RUNNING LED



RUNNING LED


Rangkaian Lampu LED.

LED atau singkatan dari Light Emitting Diode adalah salah satu komponen elektronik yang tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. LED saat ini sudah banyak dipakai, seperti untuk penggunaan lampu permainan anak-anak, untuk rambu-rambu lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke industri, untuk lampu emergency, untuk televisi, komputer, pengeras suara (speaker), hard disk eksternal, proyektor, LCD, dan berbagai perangkat elektronik lainnya sebagai indikator bahwa sistem sedang berada dalam proses kerja, dan biasanya berwarna merah atau kuning. LED ini banyak digunakan karena komsumsi daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan beragam warna yang ada dapat memperjelas bentuk atau huruf yang akan ditampilkan. dan banyak lagi.
Kelebihan dari LED :
  • LED memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lampu lain, dimana LED lebih hemat energi 80 % sampai 90% dibandingkan lampu lain.
  • LED memilki waktu penggunaan yang lebih lama hingga mencapai 100 ribu jam.
  • LED memiliki tegangan operasi DC yang rendah.
  • Cahaya keluaran dari LED bersifat dingin atau cool (tidak ada sinar UV atau energi panas).
  • Ukurannya yang mini dan praktis
Kelemahan LED
  • Suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan elektrik pada LED.
  • Harga LED per lumen lebih tinggi dibandingkan dengan lampu lain.
  • Kelemahan dari LED di atas yang menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan lampu pijar
  • Cara penerangan biasa dengan lampu pijar maupun neon dibandingkan menggunakan LED.
Tidak seperti lampu pijar dan lampu neon, LED mempunyai kecenderungan polarisari yang mempunyai kutub positif dan negatif sehingga untuk menyalakan LED harus diberi arus maju (forward). Jika LED diberi arus terbalik (reverse) maka chip di dalam LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya bahkan jika tegangan sumber terlalu besar dapat menyebabkan LED tersebut rusak. Bukan hanya itu, meskipun LED diberi arus maju tetapi kalau arusnya terlalu besar, maka LED pun akan rusak. Di sinilah perlunya tahanan (resistor) untuk membatasi arus.
Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning,biru dan hijau. Setiap warna LED mempunyai karakteristik yang berbeda seperti besarnya drop tegangan dan arus yang dibutuhkan untuk membuat chip di dalam LED menghasilkan emisi cahaya. Semakin terang jenis LED (Super Bright LED) semakin besar drop tegangan dan arus yang dibutuhkan.
Berikut ini adalah spesifikasi (tegangan dan arus) yang dibutuhkan agar LED menyala dengan normal:
Tegangan LED
  1. Infra merah : 1,6 V
  2. Merah : 1,7 V – 2,1 V
  3. Oranye : 2,2 V
  4. Kuning : 2,4 V
  5. Hijau : 2,6 V
  6. Biru : 3,0 V – 3,5 V
  7. Putih : 3,0 – 3,6 V
  8. Ultraviolet : 3,5 V
Arus LED
  1. LED berdiameter 3 mm – 5 mm pada umumnya beroperasi 20 mA sampai 30 mA.
  2. Super Bright LED membutuhkan arus >200 mA
Berdasarkan Hukum Ohm,  V=I.R
Keterangan : V = tegangan,  I = arus listrik,  R = Resistor.
Apabila kita mencari nilai resistor maka : R = V/I
R =(Vs-Vd) / I
Vs = tegangan sumber (batre,accu,power suply).
Vd = jatuh tegangan.

Contoh permasalahan:
Misalnya sebuah LED warna merah (memiliki jatuh tegangan 1,7 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan (misalnya accu) : 12Volt maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED. Maka resistor yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
Diketahui:
Tegangan Sumber (V) = 12 Volt
Tegangan LED (VLED) = 1,7 Volt
Arus LED (ILED) = 20 mA atau 0,02 A (1 Ampere = 1000 mA)
Menghitung Resitor (R) yang dibutuhkan:
R = (V-VLED) / ILED
= (12-1,7) / 0,02
= 10,3 / 0,02
= 515 Ohm
Karena resistor dengan nilai 515 Ohm jarang ada di pasaran, alternatifnya dapat menggunakan resitor dengan nilai 560 Ohm, dengan demikian maka arus total yang mengalir dan daya yang dibutuhkan resitor tersebut adalah sebagi berikut:
Arus (I):
I = (V-VLED) / R
= (12 – 1,7) / 560
= 10,3 / 560
= 0,0184 Ampere
= 18,4 mA
Daya (P):
P = I^2 x R
= 0,0184^2 x 560
= 0,19 Watt
Di pasaran tersedia resitor 1/4 Watt. Tentu saja jika menggunakan resistor yang lebih besar dayanya akan lebih baik (awet), tetapi jangan terlalu extrim misalnya dapat menggunakan resistor 1/2 Watt dengan nilai 560 Ohm.

Ok, perhitungan sudah selesai, selanjutnya pembuatan running led,,!!!!!
Apabila alat dan bahan suda terkumpul, selanjutnyakita akan merangkai.
alat & Bahan :
- Rangkaian running led yang belum di rangkai.
- Kabel kecil
- Batu baterai 6-12 volt atau adaptor
- Solder 30-40 watt dan tenol
- Solder atractor
- Pinset
- Tang potong
- Multimeter/multitester/AVOmeter

Langkah-langkah :
1. Pertama-tama, keluarkan semua komponen dari dalam kemasan running led.
2. Kedua, uji semua komponen dengan menggunakan multimeter/multitester/AVOmeter. 3. Jika sudah selesai menguji komponen, pasang komponen ke papan PCB. Dengan catatan pemasangan dimulai dengan komponen pasif terlebih dahulu.
Sebelum memasang komponen aktif, pasang dan solder kaki-kaki komponen pasif terlebih dahulu.
5. Setelah itu, potong sisa-sisa/kelebihan kaki komponen itu supaya tidak mengganggu.
6. Saatnya memasang komponen aktif, menyolder kaki-kakinya, dan memotong kelebihan kakinya.
7. Rangkaian siap dicoba. Pasangkan kutub positif batu baterai ke kutub positif rangkaian. Begitu juga dengan kutub negatifnya.

Jika berhasil, maka lampu led akan menyala bergantian dengan urut searah jarum jam dan led itu seolah-olah berlari.
Manfaat rangkaian ini selain untuk aksesoris/hiasan, rangkain ini dapat digunakan saat listrik padam waktu malam hari dengan lampu led yang sewarna

CARA MEMBUAT FLIP FLOP       
dengan komponen utama dua buah transistor FCS913 atau tipe yang sejenis. Selengkapnya, komponen-komponen yang diperlukan untuk membuat flip flop 2 transistor ini adalah:

* R1, R3: 22 K Ohm
* R2, R4: 150 Ohm
* TR1, TR2: FCS913 atau yang sejenis.
* C1, C2: 47 Uf/16 Volt.
* Tegangan DC: 3 sampai 12 Volt
 * 2 buah LED.

                      Skema rangkaian flip flop 2 transistor
Sebaiknya menggunakan PCB kosong kemudian lukis jalur rangkaiannya dengan mengikuti skema gambar diatas, atau bisa juga membuat rangkaian flip flop ini menggunakan project board. Pasang semua rangkaian seperti skema diatas, kemudian solder semuanya, dan test dengan memberikan tegangan masukan dari adaptor/power supply.

Kalau berhasil maka LED akan menyala berkedip secara bergantian,  kecepatan kedip dari LED dapat diatur dengan cara mengubah nilai capasitor/elco 47 Uf/16 volt sesuai yang diperlukan.



Selanjutnya, biar lebih paham perhatikan Rangkaian LED Berjalan dibawah ini:
Komponen utamanya adalah sebuah IC NE555 yang menghasilkan pulsa atau detak-detak sinyal logika, sehingga lampu LED dapat menyala berkedip. Ditambah satu IC 4017 yang akan menghasilkan decade counter sehingga lampu LED dapat menyala bergantian.
         
Selebihnya adalah komponen pendukung yang terdiri dari resistor, dioda, capasitor, dan sebuah VR sebagai pengatur kecepatan putaran lampu LED.

Untuk merakit Rangkaian LED Berjalan seperti diatas dapat dimulai dengan menggambar skema rangkaiannya pada PCB kosong kemudian melarutkan PCB tersebut. Selanjutnya mengisi tiap komponen yang nilainya sama dengan yang terdapat pada gambar diatas.

Itulah penjelasan singkat mengenai running led, moga bermanfaat,,,!!!!!
Sebelumnya, saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan ini, karna saya juga masi belajar,  !!!
                      Referensi,,
http://jakanaka8840.blogspot.com/2013/05/lampu-led.html
http://elektronikatav.blogspot.com/2013/02/cara-membuat-running-led.htmls